Cara Kerja Shockbreaker Depan Motor

Cara Kerja Shockbreaker Depan Motor

Cara Kerja Shockbreaker Depan Motor – Shockbreaker atau yang biasa dikenal dengan suspensi ini berfungsi sebagai peredam kejut yang meredam hentakan ketika motor melewati jalanan yang keras ataupun berlubang. Komponen pada motor ini menunjang kenyaman saat berkendara.

Jika motor tidak punya shockbreaker, maka pengendara bisa mengeluhkan sakit di bagian-bagian tubuhnya. Oleh karena itu, baik roda depan maupun belakang pada motor, wajib dilengkapi dengan suspensi yang berkualitas.

Shockbreaker menggunakan material elastis yang memiliki toleransi terhadap tekanan secara tiba-tiba. Penggunaan material elastis ini bertujuan supaya ketika salah satu ujung suspensi tertekan secara tiba-tiba, maka ujung yang lainnya tidak terpengaruh atau pengaruhnya lebih minim.

Selain itu, material yang digunakan juga harus kuat dan juga tahan terhadap deformasi akibat gaya tekan yang dikenakan secara terus menerus. Karena itulah, biasanya suspensi menggunakan bahan baja elastis yang dibuat khusus dengan campuran beberapa logam lainnya.

Sistem suspensi depan ini memiliki tiga jenis dan juga tipe yang berbeda-beda cara kerjanya. Apa sajakah itu?

Cara Kerja Shockbreaker Depan Pada motor

Dikutip dari autoexposem, ada 3 jenis shockbreaker depan pada motor. Berikut ini informasinya.

1. Pararel Fork

Jenis pertama ini yang biasanya digunakan pada motor keluaran masa perang dunia pertama. Shockbreaker jenis pararel fork ini bisa ditemukan pada Vespa classic, yang dimana pada satu sisi suspensi depan terdapat dua buah tangkai.

Tungkai yang pertama letaknya di bagian belakang memiliki sifat solid. Ini karena fungsinya sebagai penyangga dari seluruh rangkaian roda depan. Dan pada tungkai depan terhubung dengan poros roda yang dilengkapi sebuah pegas yang mengelilingi tangkai tersebut. Pegas inilah yang bertugas untuk menyerap semua getaran jalan.

Tetapi, tipe ini sudah tidak lagi digunakan karena konstruksinya yang rumit dan juga gaya suspensinya yang tidak sejajar dengan tungkai penahan roda yang memungkinkan terjadinya out of way.

2. Telescopic Fork

Jenis kedua ini merupakan jenis yang paling sering dijumpai di semua jenis motor. Ciri utama dari shockbreaker teleskopik yaitu sistem peredaman terjadi di dalam tungkai penahan roda. Dalam satu sisi roda, hanya terdapat sebuah tungkai yang terdiri dari dua tabung.

Untuk tabung yang berada di bawah disebut slider. Fungsi slider sebagai tabung suspensi yang diisi oleh per dan fluida shock absorber. Sementara untuk tabung yang di atas bernama fork tube yang terhubung dengan kemudi motor.

3. Telescopic Up Side Down

Dan yang terakhir ini lebih dikenal sebagai suspensi USD. Masih dalam tipe telescopic suspension, tetapi perbedaannya suspensi USD yang satu ini terletak terbalik. Yang artinya, slider yang awalnya ada di bawah menjadi di atas dan fork tube yang memiliki diameter lebih kecil berada di bawah, tepat pada sumbu roda.

Kelebihan dari shockbreaker yang satu ini yaitu handling yang lebih baik, tetapi harga yang harus dikeluarkan lebih mahal dari sistem suspensi telescopic biasa.